Tampilkan postingan dengan label animal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label animal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Why should save animal from extinction [repost]



Animals as well as plants play an important role to the life of the world. They contribute various medicine and food. The extinction of one species animal or plant will influence other species (including human). In other words ecological balance will disturbed. How bad is it? ecological balance is needed in order for species to thrive comfortably in their habitat. If one species gone extinct it can shift the balance, and this can lead to a loss of something like animals or vegetation which means lost of some medicine or food. It is like a domino’s effect. We as a human are related to them (animals).


However, some people don’t think it is necessary. Some of them even don’t care about saving animal. They believe that our nature is dynamic, our nature is change and they are meant to evolve, so some species survive and most don’t. Only the fittest will survive.

Maybe they’re right. Our environment changes and the fittest will survive, but..
I believe that earth is our home. Human, animals, and plants, we live in a place called earth so I believe that we can live in harmony if we maintain our relationship.

Celebrating World Animal Days, 4th October 2013

Rabu, 22 Januari 2014

Megabats, tak seseram tampangnya

Apa yang akan anda lakukan apabila bertemu dengan kelelawar besar seperti ini? lari? kabur?


Sekilas, kelelawar yang dikenal dengan nama Megabats ini begitu menyeramkan. Ukuran tubuhnya termasuk yang paling besar diantara jenis kelelawar lain. Apalagi kepalanya, mirip dengan kepala anjing. Padahal, bisa dibilang dia tidak berbahaya karena termasuk pemakan buah2an dan bukan penghisap darah.


Saya masih ingat dulu pernah melihat jenis kelelawar yang juga biasa disebut kalong ini di kebun binatang ragunan. Mereka bergelantungan, saat itu siang hari, dan sesekali menggerakkan sayapnya yang lebar.

once again, don't judge a book by its cover :-p

Rabu, 23 Oktober 2013

Wow! tahun 2014 Jakarta bebas topeng monyet

Lagi santai di depan TV sebelum berangkat ngajar, eh ada berita bagus! :D

katanya,

Mulai tahun 2014, Gubernur DKI Jakarta targetkan Jakarta bebas topeng monyet. Selain alasan ketertiban, Jokowi menilai atraksi topeng monyet telah menyiksa hewan tersebut. Keberadaan mereka ditengah-tengah manusia juga dapat menularkan penyaki rabies dan TBC.

Cara yang ditempuh Pemprov DKI yakni dengan membeli monyet-monyet tersebut untuk kemudian dipindahkan ke Taman Margasatwa Ragunan.

Lewat tayangan berita tersebut terlihat petugas-petugas, termasuk dari dinas peternakan, mulai melakukan operasi. Terjadi juga aksi kejar-kejaran dengan para pawang. Monyet-monyet yang tertangkap langsung dimasukan kedalam kandang untuk dibawa ke Ragunan. Sementara itu, pawang-pawang yang tertangkap akan dibina oleh dinas sosial.
nice move pak!! sebelumnya, Ahok bicara tentang Taman Margasatwa Ragunan dan ingin melakukan pembenahan, sekarang pemberantasan topeng monyet!! cool!

Senin, 23 September 2013

World Rhino Days! they are calling for help

Hari ini 22 September diperingati sebagi Hari Badak Sedunia.


Tahukah kamu 3 dari 5 spesies badak di dunia itu terancam punah? Populasi badak menurun dan semakin terancam terutama karena perdagangan cula ilegal. Permintaan akan cula badak yang "dipercaya" sebagai obat kanker meningkat drastis. Pada tahun 2011 perburuan badak di Afrika Selatan tercatat sampai dengan 448 kasus, dan meningkat menjadi 532 kasus pada tahun 2012.

Para pemburu badak saat ini tak lagi menggunakan panah atau tombak, melainkan senjata laras panjang, rifle, helikopter, hingga peralatan night vision untuk mendukung perburuan malam hari. Mereka juga menggunakan obat bius, dan tak segan-segan menebar racun pada bangkai badak agar tidak menarik perhatian burung pemakan bangkai.

Menurut data dari WWF pada tahun 2012, populasi badak yang terancam punah diantaranya:

Badak hitam Afrika, 4.880 ekor, lalu badak Sumatra 200 ekor, dan yang paling sedikit badak Jawa atau yang biasa kita kenal dengan badak bercula satu, hanya tersisa 50 ekor.

Spesies badak lain yakni Badak putih Afrika dan Badak Asia atau badak India masing-masing berjumlah 20.000 dan 2.913 ekor.
yuk! stop perburuan Badak dengan menyebarkan informasi ini, ceritakan ke orang-orang terdekatmu agar mereka tahu ;) Earth is our home, respect each other (human-animal-plants) #CreatingAwareness