Tampilkan postingan dengan label Marquez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marquez. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Stoner would be perfectly fit with Marquez

Akhirnya Marquez pastikan gelar juara dunia musim 2014 di gp motegi jepang. Ini kali kedua Marquez mendominasi kompetisi teratas kejuaraan motogp. Bahkan di musim 2014 ini, ia tampil cukup sempurna di setiap seri tanpa perlawanan berarti dari yang lain.Terbukti, meski sempat gagal finish, atau finish diurutan belakang akibat 'kecerobohan' nya, hal tersebut hanya memperlambat dirinya meraih gelar juara yang sudah di depan mata.

Melihat dominasi ini pasti para gp mania sempat terpikir "andai saja stoner balik lagi, pasti berbeda". Siapa yang tak kenal stoner? ia berhasil membawa ducati juara dunia. Ia juga sukses membawa hondal repsol kembali ke tahta juara.


Meski sempat berkata kalau ia tidak mungkin kembali, kernyataanya ia tidak bisa begitu saja lepas dari dunia motogp. Beberapa waktu lalu ia bersedia untuk menjadi test rider rc213v milik repsol honda. Ia juga terus muncul di seri balapan motogp terutama di gp Aussie, Phillip Island.

Seandainya Stoner kembali, tim mana ya yang layak ia tempati?

Sabtu, 09 November 2013

GP Valencia: Menanti raja musim 2013


GP Valencia esok akan menjadi penentuan siapakah yang berhak menyandang gelar Juara Dunia musim 2013. Sementara ini, Marquez unggul 13 poin diatas Lorenzo. Sang rookie alien hanya perlu finish di posisi ke-4 apabila Lorenzo finish di urutan pertama.

Peluang Marquez jelas lebih besar. Apabila ia bisa tampil konsisten seperti seri-seri sebelumnya, bisa dipastikan ia akan menjadi juaranya. Posisi 4 bukanlah posisi yang sulit diraih oleh Marquez di atas RCV213 nya.


Namun di sisi lain, keunggulan Marquez dapat menjadi tekanan tersendiri untuknya. Meski ia telah menegaskan bahwa gelar juara bukanlah targetnya, pada kenyataannya saat ini ia merupakan harapan satu-satunya Repsol Honda setelah Pedrosa, rider nomer satu mereka, gagal mengejar gelar juara.

Sementara Lorenzo, tampaknya ia bisa lebih tenang. Jika ia bisa tampil 'nothing to lose' dan berhasil finish di posisi pertama setidaknya peluangnya akan tetap terjaga.

Senin, 21 Oktober 2013

MotoGP pake pit stop seru juga


Ada yang berbeda di GP Australia minggu kemarin, para rider diharuskan masuk ke pit stop untuk mengganti motor. Dikarenakan kondisi aspal yang baru, aturan pit stop diberlakukan. Selain itu, jumlah lap juga dikurangi menjadi 19 lap untuk alasan keamanan.

Overall, balapan berjalan cukup menegangkan. Terjadi beberapa kali pergantian posisi akibat strategi masuk pit yang berbeda-beda. Para rider terlihat begitu tergesa-gesa saat mengganti motor. Begitu pula saat kembali ke track. Bahkan Marquez sempat bersenggolan dengan Lorenzo saat kembali ke track.

Hasilnya, Lorenzo dan Pedrosa berhasil finish di urutan pertama dan kedua. Lalu, Rossi berhasil meninggalkan Crutchlow dan Bautista untuk kemudian finish di urutan ketiga.

Sementara, sayang bagi Marquez, Ia harus di usir dari balapan karena melanggar aturan pit. Ia dikenakan black flag setelah mengganti motor di lap ke-9.

Senin, 30 September 2013

Drama GP Aragon: Marquez sebabkan Pedrosa jatuh


Pada lap ke-6 GP Aragon terjadi drama antara Marquez dan Pedrosa. Marquez yang mencoba menyalip Dani Pedrosa, kehilangan kontrol dan 'sedikit' menyentuh Pedrosa. Marquez keluar dari race line, sementara Pedrosa berhasil melahap tikungan. Namun tak berapa lama, Pedrosa kehilangan kontrol dan mengalami highside, sliding lalu kemudian motor kehilangan kendali dan melempar dirinya ke udara.



Pada awalnya terlihat, Pedrosa mengalami highside akibat ulahnya sendiri, tapi kemudian diketahui hal tersebut terjadi karena adanya sentuhan dengan Marquez yang merusak sensor kecepatan milik Dani yang terdapat dibagain belakang motor.

Livio Suppo, manager tim Honda Repsol, menyatakan,

"Sayang sekali sepertinya mereka sedikit bersenggolan dan merusak sensor kecepatan di motor Pedrosa. Setelah itu tidak ada lagi traction control di motornya, hal tersebut yang menyebabkan Pedrosa jatuh."

Suppo telihat mendatangi Marquez untuk mengetahui apa yang sebenarnya yang terjadi.

Marquez mengaku jika dirinya benar mengalami kontak dengan Pedrosa.

"Aku sedikit menyentuh Pedrosa, dan kemudian aku melihat ia terjatuh." jawabnya.
Jatuhnya Pedrosa otomatis mengubur kesempatannya menjadi juara dunia tahun ini. Sementara itu Marquez kokoh di puncak klasemen dengan unggul 39 poin dari Lorenzo.

Jumat, 27 September 2013

Marc Marquez: (saat ini) Menjadi juara bukan kewajibanku


Sang alien, Marc Marquez, menegaskan jika Dani Pedrosa adalah rider nomer satu tim Repsol Honda saat ini.  Meski ia memuncaki klasemen dan berpeluang besar untuk menjadi juara tahun ini, ia merasa hal tersebut bukanlah kewajibannya.

dalam sebuah sesi interview dengan motogp.com ia berkata,

"Sejauh ini aku sudah melakukan lebih dari apa yang aku harapkan di tahun pertama di kelas motoGP, dan jika kami menang itu akan sangat hebat, tapi aku merasa tidak aka kewajiban bagi ku untuk memenangkannya."
entahlah, pernyataan ini sebenarnya berlawanan dengan apa yang kita lihat. Marquez begitu nekat saat race, ia melesat dan mampu memebri perlawanan sengit pada Lorenzo dan teman setim nya, Pedrosa.

Mengenai persaingan dengan Pedrosa, ia mengatakan tentu ada persaingan. Namun lagi-lagi ia mengatakan kalau Pedrosa lah yang seharusnya menjadi juara.

"Bagi ku, tentu saja, Dani lah rider nomer satunya. Dialah yang seharusnya menjadi juara, dan aku sebagai rookie nya. Seperti itulah aku memulai musim ini, dan begitu juga pada akhirnya nanti. Aku tidak berniat untuk berganti posisi, karena ini bukan giliranku."

Ia menambahkan, kalau performanya saat ini semata-mata adalah usaha maksimalnya sebagai rookie, sehingga dapat bertanding tanpa beban.

"Kita lihat saja tahun depan, tapi untuk saat ini tugasku hayalah sebagai rookie dan aku berusaha semaksimal mungkin karena tidak terbebani perihal juara dunia. Sehingga aku bisa membalap lepas tanpa beban."
Mungkin inilah kenapa Marquez bisa berada di posisi terdepan. Selain skill diatas rata-rata dan performa motor, RC213V, yang luar biasa, ia berlomba lepas tanpa beban.